Emas Tembus USD 4.987, Hampir Pecahkan Rekor Tertinggi Setahun

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:06 WIB
Emas Tembus USD 4.987, Hampir Pecahkan Rekor Tertinggi Setahun

Kilau emas dunia makin terang saja. Pada perdagangan Jumat (23/1), tepatnya pukul 16:58 EST, harga logam mulia di pasar spot berhasil ditutup menguat ke level USD 4.987,49 per ons. Angka ini naik dari penutupan sebelumnya yang berada di USD 4.936,02. Yang menarik, posisinya kini sudah nyaris menyentuh puncak tertinggi dalam setahun terakhir.

Perjalanannya sepanjang hari itu sendiri tidak mulus. Harga sempat tertekan dan anjlok cukup dalam di tengah sesi. Tapi, ia berhasil bangkit dan berbalik naik, menutup perdagangan di dekat level tertinggi harian. Volatilitasnya memang tinggi, namun sentimen akhir pekan lalu jelas positif.

Kalau kita lihat ke belakang, posisi harga sekarang ini cuma selisih tipis dari rekor 52 minggu di USD 4.990,90. Bandingkan dengan level terendahnya dalam periode yang sama, yakni USD 2.730,58. Kenaikan semacam ini semakin mengukuhkan peran emas sebagai pelindung nilai di tengar riuhnya dinamika pasar global.

Sejak awal tahun, kinerjanya pun solid. Kenaikan year-to-date (YTD) tercatat mencapai 15,47 persen. Ini jelas mencerminkan satu hal: minat investor terhadap aset safe haven kian menguat, didorong oleh ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang belum juga reda.

Goldman Sachs Lebih Optimis, Proyeksi Harga Dinaikkan Drastis

Goldman Sachs Group Inc. baru saja merevisi proyeksi harga emas mereka ke atas. Kenaikannya signifikan, lebih dari 10 persen. Bank investasi raksasa itu melihat gelombang diversifikasi aset ke emas oleh sektor swasta kian deras, yang memperkuat permintaan yang sudah datang dari bank sentral dan reksadana ETF.

Target harga untuk Desember 2026 kini dinaikkan menjadi USD 5.400 per ons. Sebelumnya, proyeksi mereka 'hanya' USD 4.900. Asumsinya, investor swasta yang membeli emas sebagai lindung nilai dari risiko kebijakan makro akan bertahan setidaknya hingga akhir tahun.


Halaman:

Komentar