Di sisi lain, ada wacana besar yang mengemuka: target produksi 1,5 juta barel bensin nasional dari sawit. Soal ini, Kepala Divisi Komunikasi dan Kelembagaan, Renaldi Zein, memberikan penjelasan yang lebih realistis. Menurutnya, itu adalah target jangka panjang.
Ia pun menegaskan. Pengembangan menuju sana masih dalam tahap riset dan kajian mendalam. Tidak mudah, dan butuh investasi yang sangat besar.
Perlu diingat, transformasi Agrinas Palma ini memang luar biasa. Sebelumnya, perusahaan ini dikenal sebagai PT Indra Karya, sebuah BUMN infrastruktur yang sudah berdiri sejak 1961. Awalnya fokus di konsultan teknik.
Memasuki awal 2025, arah bisnisnya berubah total. Mereka bertransformasi dan melebarkan sayap ke bisnis perkebunan kelapa sawit. Perubahan legalnya sendiri tertuang dalam Keputusan Menteri Hukum RI pada 21 Februari 2025. Dari dunia konstruksi, kini mereka menghijaukan lahan-lahan luas di Nusantara. Sebuah perjalanan baru yang baru saja dimulai.
Artikel Terkait
Longsor di Grasberg Guncang Produksi Freeport, Pemulihan Baru Terasa 2026
Gen Z Pilih Kepuasan Kerja, Gaji Tinggi Bukan Lagi Prioritas Utama
UKM Bisa Kuasai Tambang, Ini Syarat Jalur Prioritasnya
Bank Mandiri Pacu Ekonomi Desa Lewat Kucuran Rp74,9 Triliun untuk UMKM