Di sisi lain, ada wacana besar yang mengemuka: target produksi 1,5 juta barel bensin nasional dari sawit. Soal ini, Kepala Divisi Komunikasi dan Kelembagaan, Renaldi Zein, memberikan penjelasan yang lebih realistis. Menurutnya, itu adalah target jangka panjang.
Ia pun menegaskan. Pengembangan menuju sana masih dalam tahap riset dan kajian mendalam. Tidak mudah, dan butuh investasi yang sangat besar.
Perlu diingat, transformasi Agrinas Palma ini memang luar biasa. Sebelumnya, perusahaan ini dikenal sebagai PT Indra Karya, sebuah BUMN infrastruktur yang sudah berdiri sejak 1961. Awalnya fokus di konsultan teknik.
Memasuki awal 2025, arah bisnisnya berubah total. Mereka bertransformasi dan melebarkan sayap ke bisnis perkebunan kelapa sawit. Perubahan legalnya sendiri tertuang dalam Keputusan Menteri Hukum RI pada 21 Februari 2025. Dari dunia konstruksi, kini mereka menghijaukan lahan-lahan luas di Nusantara. Sebuah perjalanan baru yang baru saja dimulai.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual
HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar dari Laba 2025
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Tekanan Eksternal dan Beban Utang Jadi Sorotan