Kalian Sih Pelupa
Ingat nggak, tahun 2014 dulu? Spanduk-spanduk itu bertebaran di mana-mana, seolah membawa angin segar. Netizen pun ramai-ramai memuji. Pujiannya sampai ke langit, sumpah.
Isinya kira-kira begini:
"Keluarga mereka itu sederhana kok."
"Ah, masa sih anak-anaknya bakal jadi dinasti politik? Nggak mungkin lah."
"Anak-anak mereka kan sibuk bisnis, pintar-pintar lagi. Mana bisa disamain kayak anaknya Soeharto, Megawati, atau SBY."
Nah, coba sekarang lihat. Coba perhatikan keluarga itu, istri, anak, mantu. Lihat tas yang mereka jinjing, perhiasan yang berkilau, pakaian, sepatu, sampai gaya hidupnya. Dijamin, kamu bakal geleng-geleng kepala. Kaget setengah mati.
Memang sih, sang bapak terlihat tetap jualan kesederhanaan. Tapi jangan salah, dialah otak di balik semua ini. Dialah yang punya jurus-jurus maut, yang bikin jutaan orang memilih wapres dengan karakter seperti itu. Belum lagi soal partai yang dulu vokal anti-dinasti, eh malah dia yang kuasai sekarang. Ironis banget, lebih Orba daripada Orba sendiri.
Postingan ini nyinyir? Ya iyalah, dong! Jokowi kan mantan pejabat negara, keluarganya juga pejabat. Mereka wajib dapat sinyiran. Apalagi buat kita yang bayar pajak miliaran di negeri ini. Kita punya hak untuk nyinyir.
Eh, tapi kamu malah sibuk rebutan bansos, kartu prakerja, sembako, kaos, atau amplop? Ya sudah.
Nggak heran kalau kamu cuma bisa mingkem lihat keadaan. Mirip-mirip lah sama keluarga pejabat tadi, cuma beda level aja. Sama-sama numpang hidup dari uang negara.
Tere Liye, penulis novel "Teruslah Bodoh Jangan Pintar".
Artikel Terkait
Jokowi Beri Tanggapan soal Lagu Pujian untuk Bahlil yang Viral di Depan Rumahnya
PBB Kecam Rencana Israel Perluas Pendudukan di Gaza hingga 70 Persen
Kementerian HAM Bantah Tuduhan Manipulasi Partisipasi Publik dalam Revisi UU HAM
DPR: Regulasi Jangan Matikan Sektor Swasta yang Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi