Soal hauling road, sepanjang 2025 lalu volume jasanya mencapai 1,5 juta ton. Kontribusi terbesarnya datang di kuartal akhir tahun, yakni sebesar 817 ribu ton.
Di lapangan, operasional RMKE bertumpu pada layanan logistik kereta api. Satu rangkaian keretanya sanggup mengangkut sekitar 2.800 ton batu bara. Untuk tarifnya, berkisar antara Rp806 sampai Rp922 per ton per kilometer.
Di sisi pendanaan, perusahaan juga tak berhenti bergerak. Mereka baru saja merampungkan proses bookbuilding untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026, dengan nilai maksimal Rp600 miliar. Kabarnya, respons investor cukup positif.
Obligasi tersebut sendiri telah memperoleh peringkat idA (Single A) dari Pefindo. Untuk kupon, seri B dengan tenor 5 tahun ditawarkan sebesar 7,75%, sementara seri C bertenor 7 tahun memberikan kupon 8,25%.
Jadi, dengan infrastruktur yang mapan, dana segar dari obligasi, serta peluang integrasi bisnis yang terbuka lebar, posisi RMKE terlihat cukup kuat. Mereka punya modal untuk menyesuaikan diri dan merespons dinamika kebijakan serta perkembangan ekosistem logistik batu bara nasional ke depannya.
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Niaga dan Semen Baturaja Jalin Kerja Sama Perdagangan Clay
Wall Street Turun Lagi, Tertekan Isyarat Eskalasi Ketegangan Timur Tengah
OJK Wajibkan Dana IPO Ditampung dalam Rekening Khusus
Pemerintah Tegaskan Belum Ubah APBN Meski Harga Minyak Sempat Melonjak