Harga minyak kembali merangkak naik di penutupan perdagangan Rabu kemarin. Sentimen positif ini datang dari Kazakhstan, di mana produksi di dua ladang minyak besar terpaksa berhenti sementara. Gangguan itu langsung memicu kekhawatiran soal ketatnya pasokan di pasar global.
Kontrak berjangka Brent, patokan minyak internasional, naik 0,5 persen ke level USD65,24 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga ikut menguat, meski tipis, sebesar 0,4 persen ke posisi USD60,62 per barel.
Sebenarnya, penguatan sudah terlihat sejak sesi sebelumnya. Kedua benchmark itu melonjak sekitar 1,5 persen. Pemicunya adalah pengumuman dari Kazakhstan, anggota OPEC , yang menghentikan operasi di ladang Tengiz dan Korolev sejak Minggu lalu. Penyebabnya? Gangguan distribusi listrik yang cukup serius.
Masalah di Kazakhstan ternyata tak cuma itu. Minyak dari ladang raksasa Kashagan pun terpaksa dialihkan. Untuk pertama kalinya, minyak dari sana dijual ke pasar domestik. Ini terjadi karena ada hambatan di terminal CPC di Laut Hitam, yang jadi jalur ekspor utama mereka.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di terminal CPC itu?
Menurut empat sumber industri yang berbicara kepada Reuters, peralatan di terminal tersebut mengalami kerusakan parah. Penyebabnya diduga kuat adalah serangan drone. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini.
Operator ladang Tengiz, TCO, bahkan sudah mengambil langkah lebih jauh. Mereka dilaporkan telah menyatakan force majeure atas pengiriman minyak mentah ke sistem pipa CPC. Langkah ini mengacu pada surat internal perusahaan yang beredar. Akibatnya, produksi di kedua ladang itu diprediksi bakal terhenti selama tujuh hingga sepuluh hari ke depan. Cukup untuk membuat pasar waswas.
Artikel Terkait
PIS Angkut 170 Miliar Liter Bahan Bakar Sepanjang 2025
Pasar Asia Bangkit, KOSPI Tembus 5.000 Poin Didorong Sentimen Positif
IHSG Dibuka Menguat, Saham Asuransi Digital Bersama Melonjak 34%
Harga Emas Antam Anjlok, Galeri24 Justru Melonjak