Jakarta – Menjelang Piala Dunia FIFA 2026, ada seruan penting yang digaungkan LPP TVRI. Mereka mengajak publik untuk menikmati laga sepak bola dengan sehat, jauh dari godaan taruhan. Ini sekaligus bentuk dukungan terhadap langkah pemerintah pimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memerangi judi, terutama yang beroperasi secara daring atau judol.
Fenomena judol sendiri sudah jadi masalah serius. Data dari PPATK cukup mencengangkan: di tahun 2025 saja, perputaran dananya mencapai Rp286,84 triliun! Angka itu tersebar dalam lebih dari 422 juta transaksi. Yang lebih memprihatinkan, sekitar 12,3 juta orang dari berbagai lapisan, termasuk anak muda, tercatat melakukan deposit untuk judol.
Dampaknya bukan cuma di angka. Secara sosial, praktik ini jelas merusak. Banyak yang akhirnya terbelit utang, tabungan keluarga ludes, bahkan terjerumus ke tindak kriminal. Generasi muda, dengan akses digital yang mudah, memang paling rentan terpapar.
Di sisi lain, TVRI merasa punya peran khusus. Sebagai lembaga penyiaran publik, mereka tak cuma menayangkan pertandingan, tapi juga harus mengedukasi.
Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI, Ezki Suyanto, menegaskan bahwa Presiden Prabowo sangat serius menangani hal ini.
Artikel Terkait
Gejolak Global dan Momentum Indonesia Menuju Kekuatan Ekonomi Mandiri
UEFA Batalkan Finalissima 2026, Duel Spanyol vs Argentina Batal Digelar
Warga Rumbai Timur Lega, Jalan Teluk Leok yang Terbengkalai 10 Tahun Akhirnya Diperbaiki
Terminal Pakupatan Serang Catat Lonjakan Penumpang Jelang Mudik Lebaran