Telkom Resmi Spin Off Bisnis Fiber Rp35,79 T! Infranexia, Masa Depan Internet Cepat Indonesia?

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:08 WIB
Telkom Resmi Spin Off Bisnis Fiber Rp35,79 T! Infranexia, Masa Depan Internet Cepat Indonesia?
Telkom (TLKM) Spin-Off Bisnis Fiber Optik ke Infranexia Senilai Rp35,79 Triliun

Telkom (TLKM) Resmi Spin-Off Bisnis Fiber Optik ke Infranexia Senilai Rp35,79 Triliun

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah mengambil langkah strategis dengan menandatangani Perjanjian Pemisahan Bersyarat (Conditional Spin-Off Agreement) bersama PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau Infranexia pada 20 Oktober 2025.

Maksud dan Tujuan Spin-Off Fiber Optik

Transaksi pemisahan tidak murni (spin-off) ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi korporasi dan transformasi bisnis Telkom. Tujuannya adalah untuk memfokuskan pengembangan bisnis, menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan pemanfaatan aset jaringan fiber optik. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Telkom sebagai penyedia infrastruktur konektivitas utama di Indonesia.

Spin-off ini juga sejalan dengan agenda nasional untuk mempercepat pemerataan digitalisasi, meningkatkan penetrasi fixed broadband, serta memastikan ketersediaan konektivitas yang andal dan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.

Nilai Spin-Off dan Komposisi Kepemilikan

Nilai transaksi spin-off bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ini ditetapkan sebesar Rp35,79 triliun. Pasca transaksi, komposisi kepemilikan saham Telkom di Infranexia akan menjadi 99,9999997 persen. Karena Infranexia adalah anak perusahaan, rencana ini tidak berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan Telkom.

Rencana Pengalihan Aset dan Peningkatan Utilisasi

Proses pengalihan aset serat optik dari Telkom ke Infranexia akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama direncanakan dimulai pada akhir 2025, dengan target pengalihan seluruh aset rampung di tahun berikutnya. Total nilai aset Infranexia diproyeksikan dapat menembus Rp150 triliun.

Wakil Direktur Utama Telkom, Muhammad Awaluddin, menjelaskan bahwa tujuan utama pembentukan Infranexia adalah untuk meningkatkan utilisasi serat optik yang saat ini baru mencapai 40 persen, melalui skema berbagi jaringan (network sharing) dengan pihak lain dan operator berizin lainnya, tidak hanya untuk konsumsi internal Grup Telkom seperti Telkomsel.

Persiapan Infranexia dan Cakupan Aset

Manajemen Telkom saat ini sedang mempersiapkan struktur organisasi dan kapasitas finansial Infranexia. Persiapan mencakup penguatan identitas komersial, finansial, dan tata kelola perusahaan. Pada tahap pertama, sekitar 50 persen aset yang meliputi access, aggregation, backbone, serta aset pendukung lainnya akan dialihkan.

Backbone serat optik Telkom sendiri saat ini telah mencapai 179 ribu kilometer, yang setara dengan empat kali keliling bumi. Aset jumbo ini tersebar di 501 kota dengan rincian cakupan domestik 114.450 km dan internasional 64.700 km.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar