Telkom (TLKM) Resmi Spin-Off Bisnis Fiber Optik ke Infranexia Senilai Rp35,79 Triliun
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah mengambil langkah strategis dengan menandatangani Perjanjian Pemisahan Bersyarat (Conditional Spin-Off Agreement) bersama PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau Infranexia pada 20 Oktober 2025.
Maksud dan Tujuan Spin-Off Fiber Optik
Transaksi pemisahan tidak murni (spin-off) ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi korporasi dan transformasi bisnis Telkom. Tujuannya adalah untuk memfokuskan pengembangan bisnis, menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan pemanfaatan aset jaringan fiber optik. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Telkom sebagai penyedia infrastruktur konektivitas utama di Indonesia.
Spin-off ini juga sejalan dengan agenda nasional untuk mempercepat pemerataan digitalisasi, meningkatkan penetrasi fixed broadband, serta memastikan ketersediaan konektivitas yang andal dan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.
Nilai Spin-Off dan Komposisi Kepemilikan
Nilai transaksi spin-off bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ini ditetapkan sebesar Rp35,79 triliun. Pasca transaksi, komposisi kepemilikan saham Telkom di Infranexia akan menjadi 99,9999997 persen. Karena Infranexia adalah anak perusahaan, rencana ini tidak berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan Telkom.
Artikel Terkait
APBI Soroti Pemangkasan Produksi Batu Bara 2026, Ancaman PHK dan Guncangan Ekonomi Mengintai
Erajaya Pacu Ekspansi, Bidik Kenaikan Laba 18% dengan Strategi Gaya Hidup dan EV
Trump Tunjuk Kevin Warsh Pimpin Fed, Ekonom Terbelah
Yogya Galang Dana Kreatif, Atasi Rp32 Triliun yang Tidur di Bank