Pembukaan perdagangan saham hari Kamis (22/1) ini diprediksi bakal suram. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan besar akan melemah, mengarah ke kisaran level 8.950 sampai 9.000. Ini melanjutkan tren merah dari sesi sebelumnya, di mana Rabu (21/1) IHSG sudah anjlok 124 poin lebih dan terpangkas 1,36 persen ke posisi 9.010.
Analis dari Phintraco Sekuritas melihat sinyal teknikal yang kurang menggembirakan. IHSG ditutup di bawah rata-rata pergerakan lima hari, sementara indikator MACD menunjukkan area positif yang menyempit. Belum lagi, stochastic RSI yang mulai turun dari zona jenuh beli.
“Kondisi ini membuka peluang koreksi berlanjut,” tulis analis tersebut dalam risetnya.
“Potensi pengujian area support ada di kisaran 8.950-9.000.”
Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate di 4,75 persen dinilai sudah sesuai ekspektasi. Sayangnya, kebijakan itu belum cukup kuat jadi penahan laju koreksi. Fokus BI saat ini lebih condong ke stabilisasi nilai tukar rupiah, menghadapi ketidakpastian global yang masih membayangi.
Lalu, ke mana mata investor harus melihat? Sentimen global akan jadi penentu. Pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di forum World Economic Forum di Davos bakal dicermati ketat. Begitu pula dengan rilis data PDB AS kuartal III 2025 yang diperkirakan tumbuh kuat, 4,3 persen secara kuartalan.
“Angka itu menegaskan momentum ekonomi AS yang masih solid,” lanjut analis Phintraco.
“Ditopang konsumsi rumah tangga yang kuat, ekspor yang pulih, plus belanja pemerintah yang kembali memberi kontribusi positif.”
Dari Phintraco, sejumlah saham masuk dalam radar rekomendasi untuk hari ini: INCO, MEDC, EXCL, BRIS, dan HRUM.
Tak hanya Phintraco, MNC Sekuritas juga punya pandangan serupa meski dengan level yang sedikit berbeda. Mereka memprediksi IHSG berpotensi melemah lebih dalam ke rentang 8.710-8.887. Meski begitu, bukan berarti peluang penguatan hilang sama sekali. Area 9.026-9.054 masih mungkin diuji jika ada momentum baik.
“Posisi IHSG saat ini sedang di awal wave [iv] dari wave 5, jadi masih rawan koreksi ke rentang 8.710-8.887,” tulis tim riset MNC Sekuritas.
“Sementara area penguatan diperkirakan akan menguji 9.026-9.054.”
Adapun rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk sesi Kamis ini mencakup ENRG, IMPC, MBMA, dan BMRI.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda. Berita ini disajikan untuk informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual aset tertentu.
Artikel Terkait
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk Bangun Pabrik Sterilisasi Makanan di Malang, Targetkan Ekspor ke ASEAN dan Timur Tengah
Mantan Kapolri Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Fokus Perkuat Keamanan Siber
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Targetkan Kirim 450 Ribu Ton Semen ke AS pada 2026
Bank Mandiri Siapkan Dana Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Obligasi Hijau Jatuh Tempo Juli 2026