Kalau dilihat dari kinerja keuangannya, pembagian ini cukup masuk akal. Hingga akhir September 2025, perseroan mencatat laba bersih Rp266 miliar. Artinya, dividend payout ratio (DPR) yang mereka ambil berada di kisaran 20 persen. Sebagian laba dibagikan, sebagian lagi tentu dipertahankan untuk pengembangan usaha.
Perjalanan bisnis Roda Vivatex sendiri cukup menarik. Awalnya, mereka berkecimpung di industri tekstil. Namun, pada 2002, perusahaan mulai melirik sektor properti dengan menyewakan gedung. Transformasi itu berlanjut hingga akhirnya pabrik tekstilnya ditutup total dua belas tahun kemudian, tepatnya di 2014.
Ekspansi di properti pun terus berjalan. Lewat anak usahanya, mereka membangun Gedung Bank Danamon di tahun 2002. Lima tahun berselang, Menara Standard Chartered pun berdiri. Kini, portofolio mereka mencakup empat gedung perkantoran lainnya: Menara Mandiri Inhealth (dulu Bank Danamon), Menara RDTX Square (eks Standard Chartered), Menara PHE, dan terakhir Menara RDTX Place.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp8.000, Sentuh Rp3,047 Juta per Gram
Iran Ancam Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Pasar Saham Asia Bangkit, Minyak Anjlok Usai Komentar Trump Soal Perang Timur Tengah
Rupiah Tertekan Global, Pelemahan Masih Lebih Moderat Dibanding Mata Uang Asia Lain