Pasar saham Indonesia kembali berdarah-darah di tengah hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau anjlok cukup dalam pada penutupan sesi pertama, Rabu siang (21/1/2026). Pelemahannya mencapai 113,21 poin, atau setara 1,24%, hingga bertengger di level 9.021,49. Suasana di lantai bursa jelas tak menggembirakan.
Kalau dilihat dari jumlah saham yang bergerak, gambaran suramnya makin jelas. Cuma 152 emiten yang berhasil naik. Di sisi lain, saham yang terpuruk jumlahnya jauh lebih banyak, yakni 601. Sementara itu, sebanyak 205 saham lainnya diam di tempat, seolah menunggu kepastian arah.
Transaksi berjalan cukup sibuk meski sentimen negatif mendominasi. Volume perdagangan tercatat lumayan tinggi, 35,92 miliar saham berpindah tangan dalam lebih dari 2,5 juta kali transaksi. Nilainya tak main-main, mencapai Rp20,78 triliun. Total kapitalisasi pasar pun menyusut ke posisi Rp16.377 triliun.
Mayoritas papan sektoral ikut menghitam, mencerminkan tekanan jual yang luas. Namun begitu, ada satu sektor yang masih mampu bertahan dan bahkan memberi warna hijau: sektor bahan baku. Indeksnya menguat tipis 0,39%, menjadi pengecualian di tengah lautan merah.
Nah, soal saham-saham individual, pergerakannya ekstrem banget hari ini. Di antara sedikit pemenang, ada beberapa nama yang melesat luar biasa.
PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) jadi bintang utama dengan guratan hijau terang, melonjak 34,41% ke level Rp250. Disusul PT Pakuan Tbk (UANG) yang naik 25% ke Rp6.250, dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) yang meroket 24,76% ke Rp655.
Tapi di kubu sebaliknya, ceritanya jauh lebih pilu. Tekanan jual berat menghantam sejumlah saham besar.
PT United Tractors Tbk (UNTR) ambles 14,93% ke Rp27.200. PT Indo Premier Investment Management Tbk (XISB) juga terperosok 14,60% ke Rp117. Tak ketinggalan, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) ikut melemah 13,45% ke Rp103. Mereka adalah para pemimpin penurunan, atau top losers, di sesi yang berat ini.
Semua mata kini tertuju ke sesi II. Akankah IHSG bisa bangkit, atau justru terperosok lebih dalam? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Tempo Scan Bagikan Dividen Rp676,48 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Pabrik Amonia Banggai Kembali Beroperasi Penuh Usai Pemeliharaan Terjadwal
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen dan Beri Insentif Baru untuk Tarik Arus Modal Asing
SOFA Akuisisi 10 Persen Saham Perusahaan Pengelola Sampah Energi Milik Zhejiang Weiming