Pasar saham Indonesia memulai hari Rabu (21/1) dengan sentimen yang kurang bersahabat. IHSG, barometer utama bursa kita, langsung terperosok ke zona merah begitu perdagangan dibuka. Indeks tercatat anjlok 40,27 poin, atau sekitar 0,44 persen, menuju level 9.094,42. Suasana pesimis ini langsung terasa.
Tak hanya IHSG, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga ikut terseret. Indeks ini dibuka dengan penurunan cukup dalam, 8,4 poin, yang setara dengan 0,95 persen, hingga ke posisi 875,94. Tampaknya tekanan jual cukup dominan di awal sesi.
Di sisi lain, kondisi rupiah pagi ini juga tak memberi angin segar. Mata uang nasional masih terlihat lunglai melawan dolar AS. Menurut pantauan data Bloomberg sekitar pukul 08:51 WIB, rupiah melemah tipis 1 poin ke level Rp 16.956 per dolar. Pelemahan ini, meski kecil, turut menambah beban psikologis pasar.
Lalu, bagaimana dengan bursa regional? Kondisinya ternyata beragam. Ada yang mencoba bangkit, ada pula yang ikut lesu.
Indeks Nikkei 225 di Jepang justru menguat 0,34 persen ke 52.811. Sementara itu, bursa Hong Kong lewat indeks Hang Seng juga mencetak kenaikan tipis 0,08 persen ke 26.508.
Di China, indeks SSE Composite bergerak naik 0,13 persen menuju 4.118.
Namun begitu, tidak semua bursa Asia bernasib baik. Indeks Straits Times di Singapura justru terlihat berjuang, terkoreksi 0,47 persen ke level 4.805. Jadi, sentimen negatif di pasar domestik kita sepertinya punya teman dari salah satu tetangga terdekat.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Modal, BI Catat Pemulihan di Kuartal II-2026
BI: Ketegangan Timur Tengah Persempit Ruang The Fed Turunkan Suku Bunga
Saham Bank Danamon Melonjak 25 Persen, Manajemen Buka Suara soal Rumor Akuisisi MUFG
IHSG Melemah Tipis, Saham COAL Melonjak 34 Persen Pimpin Top Gainers