Sebetulnya, Ahmad Yani bukan wajah baru di perusahaan ini. Sebelum duduk di kursi direktur utama, dia sudah memegang posisi Direktur Operasi sejak 2023. Rekam jejaknya di industri panas bumi cukup dalam. Selama memimpin operasi, perannya krusial dalam menjaga keandalan aset, mendongkrak efisiensi pembangkitan, dan memastikan kelancaran operasi di semua WKP. Hasilnya? Pada 2025, PGEO berhasil mencatatkan realisasi produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Prestasi yang cukup gemilang.
Tak cuma fokus pada operasi, pria ini juga mendorong inovasi. Beberapa proyek seperti pilot project green hydrogen di Ulubelu, serta pengembangan teknologi Flow2Max® dan G-Bionic, digarap di bawah pengawasannya. Tujuannya jelas: meningkatkan efisiensi industri panas bumi secara keseluruhan.
Dengan perubahan ini, berikut susunan dewan direksi dan komisaris PGEO yang terbaru:
Susunan Komisaris
Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo
Komisaris: John Anis
Komisaris: Abdulla Zayed
Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya
Komisaris Independen: Mohammad Firmansyah
Susunan Direksi
Direktur Utama: Ahmad Yani
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi
Direktur Operasi: Andi Joko Nugroho
Direktur Keuangan: Yurizki Rio
Artikel Terkait
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan
Harga Emas Antam Naik Rp35.000 per Gram, Tembus Rp3 Jutaan