Ahmad Yani Ambil Alih Pucuk Pimpinan Pertamina Geothermal, Pacu Target 1,8 GW

- Selasa, 20 Januari 2026 | 21:45 WIB
Ahmad Yani Ambil Alih Pucuk Pimpinan Pertamina Geothermal, Pacu Target 1,8 GW

Pergantian pucuk pimpinan terjadi di PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Selasa lalu, Ahmad Yani secara resmi ditunjuk sebagai direktur utama yang baru. Dia mengambil alih posisi yang sebelumnya dipegang oleh Julfi Hadi.

Dalam pernyataan resminya, Ahmad Yani langsung menegaskan komitmennya. Dia tak mau buang waktu.

"Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, saya berkomitmen untuk memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional," ujarnya.

Menurutnya, momentum saat ini benar-benar pas untuk mendorong akselerasi pengembangan panas bumi di dalam negeri. Targetnya ambisius: mengejar kapasitas terpasang 1 gigawatt dalam dua sampai tiga tahun ke depan. Puncaknya, PGEO menatap angka 1,8 GW pada tahun 2033. Target itu bukan tanpa dasar. Perusahaan punya modal besar: potensi pengembangan hingga 3 GW yang bersumber dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang mereka kelola sendiri. Semua ini diharapkan tak cuma memperkuat ketahanan energi, tapi juga mendukung cita-cita Net Zero Emission 2060.

Di sisi lain, Komisaris Utama PGEO, Gigih Udi Atmo, melihat langkah ini sebagai sebuah gerakan strategis.

“Kami optimistis keputusan strategis ini akan membuka ruang pengembangan bisnis dan operasional perseroan yang lebih luas ke depan. Dengan pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” jelas Gigih.


Halaman:

Komentar