Di sisi lain, kekuatan modal ini tentu punya dasar. Performa keuangan sepanjang 2025 memang impresif. Laba bersih perusahaan melonjak tinggi, mencapai Rp4,03 triliun. Bandingkan dengan tahun 2024 yang 'hanya' Rp2,82 triliun. Kenaikan yang cukup signifikan.
Lonjakan laba itu sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Naik sekitar Rp42 miliar menjadi Rp295,71 miliar. Tapi yang menarik, perusahaan juga berhasil mengendalikan pengeluaran. Strategi efisiensi dan pengelolaan risiko portofolio mereka terbukti jitu.
Buktinya? Beban klaim berhasil ditekan drastis. Turun Rp54,52 miliar, dari Rp218,97 miliar di 2024 menjadi Rp164,45 miliar di tahun lalu. Hasilnya, rasio klaim perusahaan membaik secara tajam dari 86,31 persen menjadi 55,61 persen. Perbaikan yang luar biasa.
Jadi, dengan modal yang kuat dan kinerja yang terus membaik, posisi JMAS terlihat solid. Mereka tak hanya siap menyambut regulasi, tapi juga punya ruang lebih untuk berkembang ke depan.
Artikel Terkait
Manajemen UDNG Bantah Isu Akuisisi, Fokus Ekspansi Tambak Udang
Dua Menteri Godok Strategi Dana untuk Infrastruktur dan Penanganan Bencana
POSCO International Tawar Rp4,93 Triliun untuk Kuasai Saham Prime Agri Resources
Rupiah Terseret Isu Greenland dan Tarif Trump, IMF Justra Naikkan Proyeksi RI