Rupiah Terseret Isu Greenland dan Tarif Trump, IMF Justra Naikkan Proyeksi RI

- Selasa, 20 Januari 2026 | 17:10 WIB
Rupiah Terseret Isu Greenland dan Tarif Trump, IMF Justra Naikkan Proyeksi RI

Rupiah ditutup sedikit melemah pada Selasa sore, tepatnya di angka Rp16.956 per dolar AS. Pelemahan tipis ini, sekitar 0,01 persen, terjadi di tengah sentimen pasar yang masih diliputi ketidakpastian global.

Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, ada faktor eksternal yang cukup signifikan memberi tekanan. Sentimen itu datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump soal Greenland. Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Trump tetap mempertahankan tuntutannya atas wilayah itu dan enggan mengklarifikasi apakah akan mengerahkan militer.

"Kekhawatiran akan intervensi militer AS meningkat pada bulan Januari setelah Washington melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Ia menambahkan, "Trump kini menuju Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana presiden AS kemungkinan akan bertemu dengan beberapa pemimpin Eropa."

Belum reda soal itu, ancaman perang dagang juga kembali menghantui. Akhir pekan lalu, Trump mengumumkan bakal mengenakan bea tambahan 10 persen untuk impor dari sejumlah negara Eropa mulai 1 Februari. Tarif itu bahkan bisa melonjak jadi 25 persen di bulan Juni jika masalah Greenland tak kunjung selesai. Negara-negara yang kena imbas antara lain Denmark, Norwegia, Jerman, Prancis, dan Inggris.

Di sisi lain, harapan pasar untuk penurunan suku bunga The Fed makin redup. Kondisi ketenagakerjaan AS yang terlihat stabil membuat banyak analis yakin bank sentral AS akan menghentikan pelonggaran moneter pada pertemuan akhir Januari ini. Alat pantau CME FedWatch menunjukkan, probabilitas suku bunga turun hanya sekitar 5 persen. Angka yang sangat kecil.

Namun begitu, dari dalam negeri justru ada kabar yang cukup menggembirakan. IMF baru saja merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026 dan 2027 ke atas. Lembaga itu memprediksi ekonomi kita akan tumbuh 5,1 persen pada dua tahun tersebut, sedikit lebih tinggi dari estimasi 2025 di angka 5 persen.


Halaman:

Komentar