PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) punya rencana besar. Perusahaan ini bersiap menggelar rights issue atau Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) untuk kedua kalinya. Yang menarik, jumlah saham baru yang bakal dilepas bisa mencapai 50 miliar lembar. Angka itu tak main-main, lho. Bisa dibilang, ini setara dengan lebih dari 200 persen dari total saham yang beredar saat ini.
Rencana itu disampaikan langsung oleh Corporate Secretary BUVA, Rian Fachmi, lewat keterbukaan informasi ke BEI pada Selasa lalu. Tanggalnya? 20 Januari 2026.
"Perseroan berencana untuk melakukan PMHMETD II dalam jumlah sebanyak-banyaknya 50 miliar saham baru," jelas Rian.
Nilai nominalnya Rp50 per saham. Menurutnya, langkah ini diambil untuk satu tujuan utama: memperkuat modal perusahaan. Dengan struktur permodalan yang lebih kokoh, BUVA berharap bisa mendongkrak kinerjanya ke depan. Dana segar dari rights issue ini rencananya akan dipakai untuk mendanai berbagai proyek pengembangan.
Nah, kalau dirinci, rencana usahanya cukup beragam. Mulai dari membangun hotel berbintang, menyediakan akomodasi lain, hingga menggarap bisnis real estat. Mereka juga akan fokus pada penjualan tanah, pengembangan gedung untuk disewakan, sampai pengoperasian kawasan hunian untuk rumah yang bisa dipindah-pindah. Intinya, dana hasil rights issue ini akan disalurkan untuk pengembangan usaha atau membayar kewajiban perusahaan dan anak usahanya.
Artikel Terkait
Dua Menteri Godok Strategi Dana untuk Infrastruktur dan Penanganan Bencana
POSCO International Tawar Rp4,93 Triliun untuk Kuasai Saham Prime Agri Resources
JMA Syariah Tak Perlu Khawatir, Modal Rp127 Miliar Sudah Lampaui Batas OJK
Rupiah Terseret Isu Greenland dan Tarif Trump, IMF Justra Naikkan Proyeksi RI