"Seluruh dana hasil PMHMETD II, setelah dikurangi biaya emisi tentunya, akan digunakan untuk pengembangan usaha dan/atau untuk pembayaran kewajiban," tambah Rian menegaskan.
Perusahaan juga menyiapkan skenario. Jika nantinya dana itu dipakai untuk transaksi yang tergolong material atau melibatkan kepentingan afiliasi, BUVA berjanji akan patuh pada semua aturan pasar modal yang berlaku. Mereka tak mau ada masalah di kemudian hari.
Di sisi lain, ada satu hal yang perlu diwaspadai oleh para pemegang saham lama. Kalau mereka memilih untuk tidak ikut serta dalam rights issue ini, kepemilikan sahamnya berisiko terdilusi. Berapa besarannya? Bisa mencapai 67 persen dari jumlah saham yang mereka pegang sekarang. Artinya, porsi kepemilikannya bakal menipis secara signifikan.
Karena ini keputusan besar, BUVA tentu tak bisa bergerak sendiri. Mereka harus mendapat lampu hijau dari para pemilik perusahaan terlebih dahulu. Untuk itu, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah dijadwalkan pada 26 Februari 2026 mendatang. Di situlah semua akan diputuskan.
Artikel Terkait
Harga CPO Melonjak 8% dalam Seminggu, Terbesar Sejak November 2024
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan