Seorang investor asal China dan rekannya harus dilarikan ke rumah sakit setelah insiden penganiayaan di Enrekang, Sulawesi Selatan. Mereka sedang meninjau lokasi calon tambang emas ketika diserang oleh sekelompok warga yang menolak kehadiran proyek tersebut.
Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto, mengonfirmasi laporan itu. "Kami sudah menerima laporan seorang WNA asal China yang menjadi korban penganiayaan bersama seorang rekannya perempuan. Jadi ada dua korban semua," ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Menurut sejumlah saksi, kejadian berlangsung Jumat sore lalu. Korban berinisial C, yang mewakili CV Hadaf Karya Mandiri, datang ke Kecamatan Cendana untuk mengambil sampel di area eksplorasi. Ia tidak sendirian; beberapa tokoh masyarakat setempat mendampinginya.
Namun begitu, pihak kepolisian mengaku tidak mendapat pemberitahuan resmi soal kunjungan itu.
"Kami juga tidak tahu mereka mau ke lokasi. Nah, kami sempat sampaikan untuk pendampingan dan mereka bilang akan melapor," tutur Hari.
Artikel Terkait
Kapolri Pimpin Gerakan Tanam Jagung Serentak, Dukung Swasembada Hadapi Krisis Global
Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak di Lahan Polri untuk Dukung Ketahanan Pangan
Bamsoet: Fenomena No Viral No Justice Alarm Rusaknya Sistem Hukum
Transjakarta Gelar Festival Rekrutmen, Buka Lowongan untuk Dongkrak Layanan Transportasi