Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Bollangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Senin (25/5/2026) berakhir ricuh setelah terjadi bentrokan antara massa mahasiswa dan aparat keamanan lapas. Ketegangan memuncak ketika para demonstran mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas dugaan peredaran narkotika dalam jumlah besar yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan tersebut.
Berdasarkan laporan yang beredar di media sosial, aksi tersebut merupakan inisiatif gabungan mahasiswa dan elemen masyarakat yang menyoroti maraknya dugaan peredaran narkoba yang disebut-sebut berpusat di Lapas Bollangi. Dalam sejumlah video yang viral, terlihat situasi berlangsung panas saat aparat berupaya membubarkan massa yang bertahan di area depan lapas. Sejumlah demonstran dilaporkan diamankan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Isu dugaan peredaran narkotika di Lapas Bollangi sebenarnya telah menjadi perhatian publik dan aparat penegak hukum sejak beberapa waktu terakhir. Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan sebelumnya mengungkap adanya dugaan jaringan narkoba lintas daerah yang dikendalikan dari dalam Lapas Narkotika Sungguminasa atau Bollangi. Temuan ini memicu reaksi keras dari berbagai kelompok mahasiswa yang menilai kasus tersebut harus diusut secara transparan dan menyeluruh.
Para demonstran mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi mendalam terhadap dugaan keterlibatan oknum tertentu. Mereka menilai bahwa dugaan jaringan narkoba yang terus mencuat telah mencoreng institusi pemasyarakatan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulsel, Kombes Pol Ardiansyah, menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami informasi terkait dugaan pengendalian jaringan narkoba dari dalam lapas.
“Pasti kita lakukan pengembangan mengarah ke sana,” ujar Ardiansyah saat dikonfirmasi wartawan di Makassar.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi terkait dugaan keterlibatan warga binaan dalam jaringan tersebut.
“Dari pihak BNNK Toraja sampai saat ini belum ada infonya ke kami,” kata Gunawan.
Dalam aksinya, massa juga menuntut evaluasi total terhadap sistem pengawasan di dalam lapas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun total demonstran yang diamankan pasca bentrokan. Aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan.
Artikel Terkait
Lima Pendaki Tersambar Petir di Puncak Gunung Monrolo Maros, Satu Tewas
Pemprov Sulsel Bantah Ada Penggantian Sepihak dalam Seleksi Paskibraka 2026
Konvoi Suporter Persib Sisakan Puluhan Ton Sampah dan Sisa Flare di Pusat Kota Bandung
Petir Sambar Pendaki di Puncak Gunung Monrolo Maros, Satu Tewas dan Empat Lainnya Selamat