Mekanisme penyalurannya sendiri dilakukan langsung dari kas negara ke rekening masing-masing dapur. Dari setiap alokasi yang diterima, rincian penggunaannya cukup jelas: 70 persen untuk beli bahan baku makanan, 20 persen buat operasional dan honor relawan, dan sisa 10 persennya jadi insentif bagi para mitra program.
Lanjutan dari Tren Tahun Lalu
Capaian di awal tahun ini sebenarnya melanjutkan tren yang sudah terbentuk sepanjang 2025. Tahun lalu, Program MBG tercatat menghabiskan anggaran hingga Rp 55,2 triliun. Sebuah angka yang fantastis.
"Selama satu tahun, berkat bimbingan dan sokongan Ibu Bapak sekalian, pada tanggal 31 Desember 2025 kita tutup dengan jumlah SPPG 19.188 dan melayani 55,5 juta penerima manfaat," imbuh Dadan menambahkan.
Jadi, jika dirunut, pertumbuhan jumlah dapur dan penerima manfaat dari akhir tahun lalu ke Januari ini terlihat cukup signifikan. Programnya terus bergerak, dan dananya terus terserap. Pertanyaannya sekarang, apakah dampaknya di lapangan sudah sebesar angka-angka yang tercatat?
Artikel Terkait
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan
Harga Emas Antam Naik Rp35.000 per Gram, Tembus Rp3 Jutaan
IHSG Anjlok 8%, Investor Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp2,48 Triliun
IFSH Cetak Kenaikan 81,56% di Tengah Pelemahan IHSG 7,89%