Di sisi lain, Inggris punya alasan kuat memandang Indonesia sebagai mitra penting. Saat ini, Indonesia adalah ekonomi terbesar ke-16 di dunia, sementara Inggris di posisi keenam. Namun begitu, fakta menariknya, Indonesia cuma jadi pasar ekspor terbesar ke-54 bagi Inggris. Jaraknya cukup jauh.
Kunjungan Prabowo ke Inggris rupanya bakal cukup padat. Selain bertemu PM Starmer, dia juga dijadwalkan menemui Raja Charles III. Agenda lain yang tak kalah menarik adalah pertemuan dengan para wakil rektor universitas-universitas terkemuka Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Isunya? Potensi pembukaan kampus Russell Group di Indonesia.
Tak cuma itu. Prabowo juga akan bertemu dengan pelaku bisnis Inggris, berbagai organisasi, serta investor Indonesia yang melihat Inggris sebagai pasar potensial. Ada juga acara konservasi yang membahas upaya pemulihan mata pencaharian masyarakat di Aceh, sekaligus mendukung inisiatif konservasi gajah.
Agendanya memang penuh. Tapi dari serangkaian pertemuan itu, terlihat jelas ada niat untuk membangun kerja sama yang tidak hanya di atas kertas, tetapi juga menyentuh banyak aspek. Dari ekonomi digital sampai pelestarian gajah.
Artikel Terkait
Wall Street Anjlok Diterjang Data Buruk dan Ancaman Perang di Timur Tengah
Pemerintah Siapkan Bansos dan Diskon Transportasi untuk Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026
Danantara Tunjuk Dua Perusahaan China Kelola Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi dan Denpasar
Kobexindo Buka Cabang di Manado untuk Dongkrak Pasar Alat Berat Indonesia Timur