Lalu, siapa saja pemain utamanya? Indeks tertinggi tercatat di industri kertas dan barang dari kertas, percetakan, barang galian bukan logam, serta yang tak pernah padam: industri makanan dan minuman. Sektor-sektor ini jadi penyokong utama.
Yang menarik, optimisme ini tampaknya akan terbawa ke tahun depan. Bank Indonesia memproyeksikan kinerja industri pengolahan pada kuartal I 2026 justru akan semakin kuat. PMI-BI diprakirakan melonjak ke level 53,17 persen.
Pendorongnya masih serupa: total pesanan dan volume produksi yang digenjot, ditambah pergerakan persediaan barang jadi dan kecepatan penerimaan bahan baku. Proyeksi untuk sub-lapangan usahanya pun cerah. Industri kulit dan alas kaki, furnitur, logam dasar, serta tentu saja makanan dan minuman, diprediksi akan memimpin ekspansi ini.
Jadi, meski tantangan global masih membayang, sektor riil dalam negeri seperti punya tenaga cadangannya sendiri. Kita lihat saja nanti perkembangannya.
Artikel Terkait
IHSG Cetak Rekor Lagi, Rupiah Justru Tergelincir ke Level Terendah Sepanjang Masa
OJK Kini Bisa Gugat Pelaku Usaha, Konsumen Tak Perlu Bayar
Harmoni Bangkit Lagi: Pintu Baru MRT dan Mimpi Kawasan Transit yang Hidup
Pasar Asia Lesu Dihajar Ketegangan Dagang dan Kekhawatiran Fiskal Jepang