Industri manufaktur Indonesia ternyata masih menunjukkan taringnya di penghujung 2025. Data terbaru dari Bank Indonesia mengungkapkan, sektor pengolahan dalam negeri mengalami ekspansi pada kuartal keempat tahun lalu. Indikator utamanya, Prompt Manufacturing Index (PMI) BI, berhasil mencetak angka 51,86 persen.
Angka itu sedikit lebih menggembirakan dibanding capaian kuartal III, yang berada di level 51,66 persen. Ternyata, kenaikan ini bukan tanpa sebab. Dari dalam, peningkatan PMI-BI didorong oleh membaiknya beberapa komponen kunci. Volume produksi, persediaan barang jadi, dan total pesanan, semuanya menunjukkan tren positif.
Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, membeberkan rinciannya. Menurutnya, ekspansi ini cukup merata. Mayoritas sub-lapangan usaha juga ikut bertumbuh.
Demikian penjelasan Denny dalam keterangan tertulis yang dirilis Selasa (20/1) lalu.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 2,61%, Seluruh Sektor Dicat Merah
Harga Emas Anjlok 1,16% Imbas Dolar dan Imbal Hasil AS Menguat
Harga Minyak Meroket Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah
Wall Street Anjlok Diterpa Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah