Bawang Putih Tembus Rp 100 Ribu per Kilo, BPS Ungkap Kenaikan di 208 Daerah

- Selasa, 27 Januari 2026 | 17:00 WIB
Bawang Putih Tembus Rp 100 Ribu per Kilo, BPS Ungkap Kenaikan di 208 Daerah

Harga bawang putih ternyata terus merangkak naik. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada minggu keempat Januari 2026 lalu, harganya sudah menyentuh angka Rp 39.810 per kilogram secara nasional. Kenaikan ini bukan hal sepele.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengonfirmasi bahwa angka itu sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 38.000 per kilogram.

"Memang sudah ada secara nasional tren kenaikan harga. Harga bawang putih di bulan Desember adalah Rp 39.030 per kilogram. Di bulan Januari sampai minggu keempat, harga rata-rata bawang putih saat ini sudah mencapai Rp 39.810 per kilogram,"

ujar Amalia di Jakarta, Selasa (27/1).

Menurutnya, tren kenaikan ini sudah berlangsung sejak Desember tahun lalu. Wilayah-wilayah seperti Natuna, Halmahera Selatan, hingga Lombok Tengah termasuk yang merasakan dampaknya lebih dulu. Faktanya, kenaikan ini terjadi di lebih dari separuh wilayah Indonesia, tepatnya 57,78 persen, mencakup 208 kabupaten dan kota.

Yang cukup mencengangkan, di beberapa daerah harganya bahkan melambung sangat tinggi. Sebut saja di Kabupaten Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Pegunungan Bintang, harga bawang putih bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Sungguh angka yang fantastis.

Di sisi lain, nasib bawang merah justru berkebalikan. Komoditas ini justru mengalami penurunan harga secara nasional. Rata-ratanya sekarang berada di kisaran Rp 45 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan Desember 2025, harganya turun sekitar 5,53 persen.

Padahal, HAP konsumen untuk bawang merah sebenarnya ditetapkan antara Rp 36.500 (batas bawah) dan Rp 41.500 (batas atas) per kilogram. Artinya, harga saat ini masih berada di atas acuan, meski trennya menurun.

Meski secara umum turun, bukan berarti semua daerah bernasib sama. Masih ada 109 kabupaten/kota yang justru mengalami kenaikan harga bawang merah. Amalia memberi contoh nyata.

"Catatan kami adalah ada beberapa kabupaten/kota yang relatif perubahan IPH-nya paling tinggi adalah harga bawang merah di Kabupaten Bener Meriah, kenaikan harganya 63,7 persen,"

jelasnya. Jadi, gambaran nasional seringkali tak sepenuhnya merefleksikan gejolak lokal yang bisa sangat tajam.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar