Di sisi lain, nasib bawang merah justru berkebalikan. Komoditas ini justru mengalami penurunan harga secara nasional. Rata-ratanya sekarang berada di kisaran Rp 45 ribu per kilogram. Jika dibandingkan dengan Desember 2025, harganya turun sekitar 5,53 persen.
Padahal, HAP konsumen untuk bawang merah sebenarnya ditetapkan antara Rp 36.500 (batas bawah) dan Rp 41.500 (batas atas) per kilogram. Artinya, harga saat ini masih berada di atas acuan, meski trennya menurun.
Meski secara umum turun, bukan berarti semua daerah bernasib sama. Masih ada 109 kabupaten/kota yang justru mengalami kenaikan harga bawang merah. Amalia memberi contoh nyata.
"Catatan kami adalah ada beberapa kabupaten/kota yang relatif perubahan IPH-nya paling tinggi adalah harga bawang merah di Kabupaten Bener Meriah, kenaikan harganya 63,7 persen,"
jelasnya. Jadi, gambaran nasional seringkali tak sepenuhnya merefleksikan gejolak lokal yang bisa sangat tajam.
Artikel Terkait
Cincin Donat untuk Pejalan Kaki: MRT Jakarta Rancang Jembatan Melingkar di Dukuh Atas
Pertamina Usul Batasi Pembelian LPG 3 Kg Maksimal 10 Tabung per KK Mulai 2026
LPS Soroti Suku Bunga Simpanan yang Belum Turun Sesuai Sinyal Pasar
BCA Pacu Target Kredit 2026, Optimisme Tumbuh Dua Digit Mengintai