Nah, ada konsekuensi penting jika akuisisi ini akhirnya tuntas. Sebagai calon pengendali baru, Saiko Consultancy wajib melaksanakan penawaran tender wajib. Aturan mainnya mengacu pada POJK No. 9 Tahun 2018. Mereka berjanji akan menjalankannya dengan patuh, tentu saja sesuai semua regulasi pasar modal yang berlaku.
Di sisi lain, sentimen pasar tampaknya sudah lebih dulu panas. Saham SPRE pada Senin itu melonjak 9,88% ke level Rp356, hingga menyentuh auto reject atas (ARA). Ini bukan kenaikan pertama kalinya. Sebelumnya, saham perusahaan sprei bermerek Soraya ini sudah empat hari berturut-turut cetak ARA. Dalam sebulan terakhir, kenaikan kumulatifnya mencapai 88,36% angka yang cukup fantastis.
Struktur kepemilikan SPRE per akhir September 2025 menunjukkan, selain Rizet Ramawi yang memegang 27,83%, ada PT Galaksi Investama Corpora (17,50%), Ridho Ferman Shatrio (14,18%), dan Dwi Ristra Utami (7,18%). Sisanya, sekitar 30%, dikuasai oleh publik.
Artikel Terkait
TBS Energi Utama Catat Rugi Akuntansi USD 162 Juta dalam Transformasi ke Energi Hijau
Harga Emas Antam Naik Rp8.000, Sentuh Rp3,047 Juta per Gram
Iran Ancam Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Pasar Saham Asia Bangkit, Minyak Anjlok Usai Komentar Trump Soal Perang Timur Tengah