Sementara batu bara merangkak, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) justru melesat lebih kencang. Harga CPO naik cukup signifikan, yaitu 1,95 persen, menjadi MYR 4.071 per ton.
Nasib Berbeda untuk Logam
Namun begitu, tidak semua komoditas bernasib baik. Pasar logam justru tampak lesu. Harga nikel, misalnya, ambles cukup dalam. Pada hari yang sama, logam ini tercatat anjlok 4,14 persen menjadi USD 17.825 per ton.
Timah Anjlok Parah
Yang paling terpuruk mungkin adalah timah. Penurunan harganya terbilang tajam. Berdasarkan data dari London Metal Exchange (LME), harga timah anjlok 7,78 persen dan akhirnya menetap di level USD 47.982 per ton. Sebuah penurunan yang cukup menyita perhatian para pelaku pasar.
Artikel Terkait
Pemerintah Diimbai Siapkan Ruang Fiskal Lebih Besar Antisipasi Dampak Krisis Global
IHSG Bangkit 1,80% Usai Anjlok, Analis Ingatkan Masih Technical Rebound
IHSG Melonjak 2,14% di Awal Perdagangan, Seluruh Sektor Berbalik Hijau
Reli Saham Asia Dipicu Sinyal Redupnya Ketegangan AS-Iran