Harga minyak mentah kembali merangkak naik di akhir pekan kemarin. Kenaikan itu terjadi pada Jumat (16/1), didorong oleh aksi investor yang menutup posisi jual mereka. Rupanya, banyak yang memilih berhati-hati menjelang libur akhir pekan Martin Luther King di AS. Belum lagi, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang makin panas kekhawatiran akan kemungkinan serangan militer AS ke Iran menggantung di udara.
Minyak mentah Brent, patokan global, ditutup menguat 37 sen atau 0,58 persen ke level USD 64,13 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga ikut naik, meski tipis, sebesar 25 sen (0,42 persen) menjadi USD 59,44 per barel. Data ini dikutip dari Reuters.
Batu Bara: Naik Tipis
Di sisi lain, komoditas batu bara juga menunjukkan sedikit penguatan. Pada penutupan Jumat, harganya tercatat naik 0,41 persen, bertengger di angka USD 108,85 per ton.
Artikel Terkait
Bayi Langka, Ekonomi China Terancam: Angka Kelahiran Terjun ke Titik Terendah Sejarah
Direksi MKNT Mundur di Tengah Suspensi Saham dan Empat Notasi Khusus BEI
Prajogo Pangestu Gelontorkan Rp9,6 Miliar untuk Tambah Porsi di BREN
China Tembus Target 5 Persen di 2025, Tapi Konsumsi dan Investasi Terseok