Kalau dirinci lebih detail, setelah dipotong biaya emisi sekitar Rp4,76 miliar, alokasi dana IPO itu intinya untuk dua hal. Sekitar 56% akan dipakai perusahaan induk buat beli bahan baku sarang burung walet. Sementara itu, 43% sisanya akan mengalir ke PT Realfood Winta Asia, juga untuk keperluan yang sama: pembelian bahan baku.
Di sisi lain, kinerja operasional RLCO sepanjang lima bulan pertama 2025 ternyata cukup solid. Mereka berhasil membukukan penjualan senilai Rp231,3 miliar. Angka itu melonjak 47,56% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang impresif.
Laba mereka juga ikut meroket. Peningkatannya signifikan, didorong oleh volume ekspor yang naik dan jaringan distribusi di dalam negeri yang makin melebar.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Lampu Hijau RKAB 2026, Vale Indonesia Pacu Operasi Tambang
IHSG Hampir Sentuh 9.100, Tapi Akhirnya Hanya Naik Tipis
Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun di Awal 2026
TNB Jadi Jembatan Listrik Laos-Singapura, Wujudkan Mimpi Supergrid ASEAN