Level 9.000 akhirnya tertembus. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan sejarah baru di perdagangan Rabu lalu, ditutup menguat hampir satu persen ke posisi 9.032,584. Ini benar-benar rekor tertinggi sepanjang masa.
Euforia ternyata berlanjut. Keesokan harinya, Kamis (15/1), IHSG kembali merangkak naik 43 poin lebih, menyentuh level 9.075,586 di pembukaan. Pencapaian ini bukan sekadar angka di layar monitor. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), ia mencerminkan sesuatu yang lebih penting: kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional di tahun 2026 yang kian menguat.
Di sisi lain, dukungan kebijakan pemerintah dinilai punya peran krusial. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menekankan bahwa stabilitas ekonomi yang dijaga dan sinergi antar regulator telah menciptakan sentimen positif yang bertahan.
Artikel Terkait
IHSG Hampir Sentuh 9.100, Tapi Akhirnya Hanya Naik Tipis
Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun di Awal 2026
TNB Jadi Jembatan Listrik Laos-Singapura, Wujudkan Mimpi Supergrid ASEAN
BBRI dan Tiga Emiten Lainnya Serbu Pasar dengan Dividen Triliunan Rupiah