Kalau melihat ke belakang, penutupan perdagangan Selasa juga suram. Dow Jones jatuh 398,21 poin (0,80%), S&P 500 melemah 13,53 poin (0,19%), dan Nasdaq turun 24,03 poin (0,10%).
Kerugian terpusat di sektor keuangan. Visa anjlok 4,5%, Mastercard melemah 3,8%. Indeks sektor keuangan S&P 500 sendiri turun 1,8%. Yang menarik, saham raksasa seperti JPMorgan Chase ikut terperosok 4,2% meski laba kuartalannya lebih baik dari perkiraan. Rupanya, pasar lebih fokus pada penurunan pendapatan dari bisnis investment banking mereka.
Namun begitu, beberapa analis punya sudut pandang lain. Oliver Pursche dari Wealthspire Advisors menilai penurunan ini wajar adanya.
“Ini lebih ke aksi ambil untung belaka. Pasar sudah cetak rekor tinggi sebelumnya, jadi koreksi seperti ini hal yang normal,” katanya.
Jadi, Rabu itu Wall Street memang digelayuti kecemasan. Antara wacana regulasi yang mengancam profit dan harapan akan stimulus suku bunga, investor sepertinya memilih untuk bermain aman dulu.
Artikel Terkait
Laba Bersih Astra 2025 Turun Tipis 3%, Jasa Keuangan Jadi Penyelamat
Program Pondasi Perbaiki Ratusan Rumah Warga di Kalimantan Tengah
Laba Bersih ITMG Anjlok 49% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram Awal Maret