Bencana yang melanda Sumatera ternyata tak hanya menyisakan duka di darat. Ribuan nelayan dan petambak kini harus menghadapi kenyataan pahit: kapal hancur, tambak rusak. Menanggapi situasi ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akhirnya angkat bicara. Mereka berjanji akan memberikan bantuan langsung kepada para korban di sektor kelautan dan perikanan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan skala kerusakannya cukup serius. Dari data sementara, ada sekitar 3.000 kapal nelayan dan 30.000 unit tambak yang mengalami kerusakan akibat bencana. Angka itu tentu bukan jumlah kecil.
Lalu, bantuan seperti apa yang disiapkan? Trenggono menyebut fokus utamanya ada pada perbaikan dan penggantian kapal untuk nelayan tangkap. Di sisi lain, pemulihan tambak-tambak yang rusak juga jadi prioritas.
“Kita lebih fokus ke perbaikan kapal, memberi bantuan kapal untuk nelayan yang tangkap, lalu kemudian me-recovery tambaknya yang rusak,”
ujar Trenggono saat ditemui usai acara pelepasan Taruna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu lalu.
Soal anggaran, KKP mengaku belum bisa memastikan total dana yang harus dikucurkan. Namun, Dirjen Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, memberi sedikit gambaran. Untuk pemulihan tambak, misalnya, dia menyebut angka patokan per hektarenya.
Artikel Terkait
Salim Ivomas (SIMP) Catat Laba Bersih Rp2,07 Triliun, Tumbuh 33% di 2025
Proyek Giant Sea Wall Butuh Dana Hingga 100 Miliar Dolar AS
OJK Jatuhkan Denda Rp3,4 Miliar dan Bekukan Izin KGI Sekuritas Terkait IPO Bermasalah
Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp564 Miliar Meski Laba Turun