Lalu, dari mana asal saham-saham ini? Ternyata, saham treasuri yang akan dilepas ini berasal dari program buyback yang dilakukan perusahaan setahun sebelumnya, tepatnya antara Maret hingga September 2024. Jadi, ini seperti bagian dari strategi pengelolaan portofolio saham internal perusahaan.
Di sisi lain, PTPP juga sudah menyiapkan target bisnis untuk tahun 2026. Mereka membidik pendapatan usaha hingga Rp16 triliun. Lebih ambisius lagi, target kontrak baru yang dikejar mencapai Rp23,5 triliun. Angka yang tidak main-main untuk BUMN konstruksi sekelas ini.
Jadi, meski harga saham hari ini tertekan, langkah perusahaan justru terlihat sedang menyiapkan sesuatu. Rencana pelepasan saham treasuri dan target bisnis yang tinggi bisa menjadi sinyal tersendiri bagi investor. Kita lihat saja perkembangannya nanti.
Artikel Terkait
Stok Beras Pemerintah Tembus 3,36 Juta Ton, Bapanas: Tak Perlu Impor
Pipa Bawah Laut Balikpapan Hidup, Pasokan Energi Indonesia Timur Diperkuat
Gambir Indonesia Kuasai 80% Pasar Dunia, Tapi Untung Besar Dinikmati India
Januari 2026, Pemerintah Gelar Lelang Sukuk Rp11 Triliun untuk Perdalam Pasar Syariah