Pasar komoditas menutup perdagangan Senin (12/1) dengan sentimen positif. Mayoritas harga bergerak naik, didorong oleh sejumlah faktor geopolitik dan dinamika pasar. Minyak mentah, CPO, nikel, dan timah tercatat menguat, sementara batu bara cenderung stabil.
Minyak Mentah: Sentimen Geopolitik Dorong Harga
Harga minyak dunia merangkak naik dan mencatat level tertinggi dalam tujuh pekan. Kekhawatiran utama datang dari Iran. Sebagai anggota OPEC yang sedang menghadapi sanksi, negara itu tengah memperketat penindakan terhadap demonstrasi anti-pemerintah. Hal ini berpotensi memangkas ekspor minyak mereka.
Namun begitu, kenaikan itu tidak terlalu tajam. Pasalnya, ada ekspektasi bahwa pasokan minyak justru bisa bertambah dari Venezuela anggota OPEC lain yang juga berada di bawah tekanan sanksi. Jadi, ada tarik-menarik antara dua kekuatan ini.
Brent crude, patokan minyak internasional, menguat 0,8 persen ke level USD 63,87 per barel. Sementara minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), naik 0,6 persen menjadi USD 59,50 per barel. Ini adalah penutupan tertinggi untuk Brent sejak pertengahan November, dan untuk WTI sejak awal Desember.
Ketegangan di kawasan masih tinggi. Iran menyatakan tetap membuka jalur komunikasi dengan Washington. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan respons atas penindakan berdarah terhadap aksi protes di sana yang disebut-sebut sebagai salah satu tantangan terberat bagi pemerintahan Teheran dalam beberapa dekade terakhir.
Trump bahkan menyebut AS kemungkinan akan bertemu dengan pejabat Iran. Ia juga tak segan mengancam aksi militer menyusul kekerasan mematikan terhadap para demonstran.
Artikel Terkait
Trump Guncang Independensi The Fed, Dolar AS Tergelincir
IHSG Bangkit 0,42%, Sektor Industri Pimpin Pemulihan
Archi Indonesia Pasang Anggaran Rp168 Miliar untuk Gali Potensi Emas Toka Tindung
BRI Cetak Sejarah dengan SBK Rp 500 Miliar, Dapat Restu Penuh BI dan OJK