Secara bulanan, penjualan eceran November tumbuh 1,5 persen. Dorongannya mirip: permintaan yang mulai menguat jelang perayaan hari besar keagamaan nasional.
Di sisi lain, ada sinyal menarik dari harga. Tekanan inflasi dalam tiga bulan ke depan (Februari 2026) diperkirakan meningkat. Indikatornya, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari tercatat 168,6, lebih tinggi dari periode sebelumnya. Pemicunya? Ekspektasi kenaikan harga jelang Ramadan 1447 Hijriah.
Tapi proyeksi enam bulan ke depan justru berbeda.
"Sementara itu, IEH Mei 2026 tercatat sebesar 154,5, lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar 161,7," kata Ramdan.
Artinya, tekanan inflasi dalam jangka menengah diproyeksikan justru akan mereda. Sebuah gambaran yang cukup kompleks, di mana optimisme konsumsi beriringan dengan dinamika harga yang perlu terus dipantau.
Artikel Terkait
Gejolak Timur Tengah Pacu Harga Minyak ke Level Tertinggi 7 Pekan
Beras SPHP Bakal Seragam Harganya dari Sabang hingga Merauke
Wall Street Pecahkan Rekor Lagi, Meski Bayang-Bayang Investigasi Mengintai Powell
Wall Street Cetak Rekor Lagi, Di Tengah Sorotan ke Jerome Powell