Apresiasi datang dari OJK. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut langkah BRI ini sebagai wujud konkret peran perbankan dalam mendalami pasar uang.
“BRI berperan sebagai pionir. SBK ini instrumen jangka pendek yang strategis untuk meningkatkan likuiditas pasar,” papar Dian.
Menurutnya, OJK memandang peluncuran SBK BRI sebagai langkah strategis. Ia bisa memperkaya instrumen pasar uang, meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan di perbankan, dan memperkuat mekanisme disiplin pasar.
Dukungan serupa disampaikan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti. Ia menilai pendalaman pasar uang saat ini krusial untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, apalagi di tengah ketidakpastian global yang masih membayang.
“Kehadiran SBK BRI tidak hanya memperkuat struktur pendanaan perbankan, tapi juga memberi pilihan investasi yang lebih beragam bagi investor,” jelas Destry.
“BI apresiasi peran BRI yang selama ini konsisten mendukung pengembangan pasar keuangan nasional. Upaya bersama ini diharapkan memberi manfaat berkelanjutan bagi perekonomian kita,” ucapnya.
Catatan pentingnya, BRI punya rekam jejak yang solid. Sejak 2016 hingga tahun lalu, bank ini secara rutin menerbitkan surat utang Rupiah dengan rating tertinggi dari Pefindo. Peringkat itu bukan datang tiba-tiba. Ia mencerminkan profil permodalan yang sangat kuat, kualitas aset yang terjaga, dan tentu saja, kemampuan BRI dalam menepati setiap janji keuangannya.
Artikel Terkait
Sari Roti Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Pakan Ternak dari Limbah Produksi
IHSG Menguat Tipis ke 8.235,49 Didorong Aksi Beli di Saham-Saham Emiten Tertentu
Rupiah Melemah ke Rp16.787, Dihantui Ketegangan Geopolitik dan Tarif AS
Cimory Catat Laba Bersih Rp2,03 Triliun di 2025, Tumbuh 33,8 Persen