Di sisi lain, instrumen pemerintah juga punya porsi besar. Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat ada 190 seri dengan nilai fantastis: Rp6.484,29 triliun. Untuk Efek Beragun Aset (EBA), jumlahnya 6 emisi senilai Rp3,99 triliun.
Lalu, bagaimana dengan pasar saham? Ternyata kinerjanya juga solid. Semua metrik penting meroket. Yang paling mencolok sih volume transaksi harian rata-rata, yang melesat 48,08% jadi 61,78 miliar lembar saham. Pekan sebelumnya cuma 41,72 miliar.
Nilai transaksi harian rata-rata juga ikut naik tajam, 44,68% menjadi Rp31,45 triliun. Frekuensi transaksinya pun tak ketinggalan, naik 42,74% ke level 3,98 juta kali sehari. Pekan lalu masih sekitar 2,79 juta kali. Jadi, aktivitasnya benar-benar hidup.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun ikut merasakan euforia ini, menguat 2,16% ke level 8.936,754. Tapi yang lebih seru, Rabu (7/1) kemarin IHSG sempat mencatat rekor sejarah baru di 8.944,813. Bahkan, keesokan harinya, Kamis 8 Januari, sempat menyentuh level psikologis 9.000 secara intraday! Puncaknya ada di 9.002,92. Sayangnya, tutupnya belum bisa bertahan di sana.
Seiring meroketnya indeks, kapitalisasi pasar BEI otomatis terdongkrak. Angkanya naik 1,79% menjadi Rp16.301 triliun. Yang menarik, investor asing terlihat aktif membeli. Mereka mencatatkan pembelian bersih Rp2,56 triliun pada periode tersebut. Dan sejak awal tahun, akumulasi beli bersih mereka sudah Rp3,1 triliun. Lumayan, kan?
(Shifa Nurhaliza Putri)
Artikel Terkait
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026
Transaksi SPPA BEI Melonjak 461% Didorong Fitur Repo
Rupiah Melemah Tipis di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Data Inflasi AS
MCOL Dirikan Anak Usaha Rp18,75 Miliar untuk Garap Bisnis Data dan TI