Unilever Indonesia resmi melepas bisnis teh Sariwangi. Merek ikonik itu kini berpindah tangan ke PT Saviora Kreasi Rasa, yang tak lain adalah bagian dari Djarum Group. Nilai transaksinya? Cukup fantastis, mencapai Rp 1,5 triliun.
Kesepakatan ini sudah ditandatangani kedua belah pihak awal Januari lalu, tepatnya tanggal 6. Mereka menargetkan seluruh proses akan rampung pada 2 Maret 2026 mendatang. Jadi, masih ada beberapa langkah lagi sebelum Sariwangi sepenuhnya berubah kepemilikan.
Menariknya, angka Rp 1,5 triliun itu dinilai cukup masuk akal. Sebab, hasil penilaian independen dari KJPP Suwendho Rinaldy sebelumnya memperkirakan nilai bisnis Sariwangi berkisar di angka Rp 1,49 triliun. Jadi, selisihnya tidak terlalu jauh.
Sekretaris Perusahaan Unilever, Padwestiana Kristanti, memberikan penjelasan lebih rinci.
"Nilai transaksi ini setara dengan 45 persen dari ekuitas perseroan, berdasarkan laporan keuangan per September 2025," ujarnya.
Lepasnya Sariwangi sebenarnya bukan hal yang mengejutkan bagi Unilever. Soalnya, kontribusi merek teh ini terhadap perusahaan secara keseluruhan memang tidak terlalu besar. Asetnya cuma sekitar 2,5% dari total aset Unilever. Sumbangan pendapatan dan laba bersihnya pun di bawah 5%. Jadi, bagi Unilever, ini seperti merapikan portofolio bisnis.
Artikel Terkait
Antam Gencar Eksplorasi, Siapkan Rp 246 Miliar untuk Buru Emas, Nikel, dan Bauksit
Januari, Lelang Panas Bumi yang Sempat Mandek Kembali Dibuka
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung
Ultra Voucher Genjot Ekspansi, Targetkan Integrasi dengan Seluruh EDC BCA pada 2026