Sariwangi Resmi Berpindah Tangan ke Djarum Group dengan Harga Rp 1,5 Triliun

- Kamis, 08 Januari 2026 | 16:35 WIB
Sariwangi Resmi Berpindah Tangan ke Djarum Group dengan Harga Rp 1,5 Triliun

Di sisi lain, langkah ini sejalan dengan strategi global induk perusahaannya. Andrianto Saputra, analis dari Indopremier Sekuritas, melihat ini sebagai bagian dari fokus Unilever ke segmen yang lebih menguntungkan.

"Mereka kini lebih berkonsentrasi pada Household & Personal Care. Segmen ini pertumbuhannya lebih cepat dan marginnya lebih tinggi ketimbang Food & Refreshment," jelas Andri.

Ini bukan divestasi pertama Unilever belakangan ini. Mereka baru saja melepas bisnis es krim Magnum dengan nilai Rp 7 triliun. Menurut Andri, sangat mungkin Unilever akan melepas lagi unit bisnis lain di segmen Food & Refreshment, yang saat ini masih menyumbang lebih dari sepertiga total pendapatannya.

Dari sisi valuasi, transaksi Sariwangi ini setara dengan 3,4 kali nilai ekuitasnya. Kalau dilihat dari laba, PER-nya sekitar 10,9 kali. Angka ini dianggap wajar, meski sedikit di bawah rata-rata industri yang ada di 12,3 kali. Namun begitu, jauh lebih rendah dari rata-rata transaksi divestasi Unilever sebelumnya yang bisa mencapai 24 kali.

"Kami memperkirakan akan ada dividen spesial sekitar Rp 828 miliar pasca-transaksi ini. Dividend yield-nya kira-kira 0,8 persen," tambah Andri.

Bagi banyak orang, Sariwangi bukan sekadar merek. Ia adalah bagian dari kenangan. Berdiri sejak 1973 dan diakuisisi Unilever pada 1989, nama itu sudah puluhan tahun menghangatkan ruang keluarga. Kini, perjalanannya akan dilanjutkan oleh Saviora. Perusahaan yang masih relatif baru ini sedang gencar membangun portofolio, dan dengan masuknya Sariwangi, mereka kini punya amunisi lebih kuat di pasar.


Halaman:

Komentar