Pagi ini, pasar saham Indonesia mencatat momen bersejarah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 9.000, sebuah pencapaian yang langsung mendapat sorotan dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam konferensi pers APBN KiTa, Purbaya menyambut gembira momentum ini. Menurutnya, ini bukan sekadar angka di layar monitor, tapi sinyal kuat. Sinyal bahwa kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia perlahan pulih.
"Sepertinya akan berkelanjutan terus kenaikannya di tahun 2026 ini," ujar Purbaya, Kamis (8/1/2026). "Kalau Anda lihat sempat menembus 9.000, jadi kalau dari sisi sentimen ke perekonomian dari kalangan investor sudah balik."
Ia meyakini, kembalinya gairah ini berhubungan erat dengan cara investor melihat langkah pemerintah. Program pembangunan yang digencarkan, meski belum seratus persen tuntas, dinilai sudah mulai menunjukkan dampaknya. Struktur ekonomi terlihat menguat.
Dan yang menarik, level 9.000 ini diproyeksikan bukan sebagai titik puncak. Bagi Purbaya, ini justru pijakan baru. Awal dari penguatan yang lebih tinggi lagi di masa mendatang.
"Jadi yang itu, IHSG yang naik ke 9.000 itu tadi, itu baru awal," tegasnya. "Perkiraan saya akan naik terus karena ekonomi kita akan kita manage ke arah perbaikan terus ke depan."
Lalu, bagaimana detail pergerakannya? Data perdagangan menunjukkan momentum yang luar biasa. Sekitar pukul 10.00 WIB, indeks sudah melesat 57 poin lebih, menembus 9.001. Tak lama berselang, tepatnya pukul 10.29 WIB, IHSG bahkan mencetak rekor All Time High baru di angka 9.002,92.
Memang, ada fluktuasi setelahnya. Namun begitu, sesi pertama perdagangan hari ini tetap ditutup di zona hijau. IHSG menguat 0,44 persen ke level 8.984,48. Tetap solid.
Di sisi lain, pencapaian ini diharapkan jadi katalis positif. Bukan cuma untuk pasar modal, tapi juga untuk stabilitas Rupiah dan arus modal asing yang masuk ke Indonesia, khususnya sepanjang kuartal pertama 2026 ini. Optimisme itu terasa, dan semua mata kini tertuju ke arah mana angka-angka itu akan bergerak selanjutnya.
Artikel Terkait
Pabrik Amonia Banggai Kembali Beroperasi Penuh Usai Pemeliharaan Terjadwal
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen dan Beri Insentif Baru untuk Tarik Arus Modal Asing
SOFA Akuisisi 10 Persen Saham Perusahaan Pengelola Sampah Energi Milik Zhejiang Weiming
Jababeka Bagikan Dividen Rp42,31 Miliar, Setara Rp2 per Saham