Sebenarnya, pengumuman soal minyak ini sudah lebih dulu beredar. Sehari sebelumnya, tepatnya Rabu (7/1), Trump dengan bangga mengumumkan pencapaian kesepakatan pengambilalihan minyak Venezuela.
Volume minyak yang diserahkan cukup besar, antara 30 hingga 50 juta barel. Nilainya? Sekitar USD 2,8 miliar. Rencananya, pengiriman akan dilakukan secara bertahap ke AS.
Namun begitu, langkah strategis Trump ini jelas punya dampak yang lebih luas. Salah satu yang paling langsung terpengaruh adalah China, yang selama ini dikenal sebagai pembeli utama minyak Venezuela. Dengan minyaknya dialihkan ke AS, pasokan untuk Beijing dipastikan akan menyusut drastis. Situasi ini tentu mengubah peta persaingan energi dan pengaruh di kawasan.
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi