Yang penting, perusahaan menegaskan bahwa langkah ini tak akan mengganggu operasional. "Tidak ada kejadian, informasi atau fakta material yang berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha emiten," tegas Dinna. Jadi, tampaknya ini murni pergantian personalia biasa.
Lalu, apa alasan mereka mundur? Dari surat yang dilampirkan, Djoni Tatan beralasan pribadi. Sementara itu, Melania Halim punya rencana lain: ia ingin melanjutkan karier di industri keuangan. Pilihan yang cukup menarik, mengingat dinamika sektor finansial saat ini.
Di sisi lain, pasar tampaknya merespons netral bahkan cenderung positif atas berita ini. Sehari sebelum pengumuman, tepatnya Rabu (7/1/2026), saham TAYS justru ditutup menguat 3,70 persen di level Rp84 per lembar. Naik 3 poin dari perdagangan sebelumnya.
Kini, semua mata tertuju pada siapa pengganti mereka dan kapan RUPS digelar. Perusahaan pasti akan segera mengisi kekosongan di jajaran komisaris dan direksi itu.
Artikel Terkait
Cadangan LPG Nasional Kembali Normal Setelah Sempat Kritis
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%
Cimory Bagikan Dividen Rp1,59 Triliun dari Laba Bersih Rp2,03 Triliun
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham