Di sisi lain, Pertamina tak tinggal diam. Mereka terus memantau perkembangan dengan cermat. Koordinasi dengan KBRI Caracas juga dijaga intens. Semua langkah ini diambil demi satu hal: memastikan keselamatan karyawan dan operasional yang berjalan lancar.
Sebenarnya, kabar soal operasi yang tetap normal ini juga datang dari internal Venezuela. Menurut sumber di PetrĂ³leos de Venezuela, S.A. (PDVSA), produksi dan penyulingan minyak tetap berjalan seperti biasa pada Sabtu (3/1). Tidak ada laporan kerusakan.
Memang benar, Pelabuhan La Guaira dekat Caracas yang jadi sasaran serangan AS rusak parah. Tapi, pelabuhan itu bukan untuk ekspor minyak. Jadi, aktivitas hilir migas Venezuela tidak terganggu.
Perlu diingat, Venezuela bukan sembarang negara dalam peta minyak dunia. Data dari BP Statistical Review of World Energy Report mengungkap fakta mencengangkan: cadangan minyak mentahnya mencapai 303 miliar barel. Angka itu setara dengan seperlima dari cadangan minyak global. Aset yang sangat besar.
Artikel Terkait
Analis Ingatkan: IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Tapi Waspadai Koreksi
Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta Akan Dibongkar Pekan Ketiga Januari
Dua Petinggi TAYS Serahkan Surat Mundur, Saham Justru Meroket
Pintu Saudi Terbuka: Properti Kerajaan Jadi Buruan Investor Global