Australia Desak Warganya Tinggalkan Iran, Situasi Keamanan Dinilai Semakin Rawan

- Kamis, 08 Januari 2026 | 05:30 WIB
Australia Desak Warganya Tinggalkan Iran, Situasi Keamanan Dinilai Semakin Rawan

Australia punya pesan singkat tapi tegas buat warganya yang masih berada di Iran: segera pergi. Peringatan itu dikeluarkan pemerintah mereka pada Rabu lalu, menyusul situasi yang makin panas di sana. Demo dan kerusuhan sudah berlangsung lebih dari seminggu, dan kabarnya sudah ada korban jiwa di beberapa tempat.

"Kalau Anda ada di Iran, Anda harus segera pergi," begitu bunyi pernyataan resmi Canberra yang dikutip media. Peringatannya jelas. "Ada protes kekerasan yang sedang berlangsung di seluruh negeri. Situasinya bisa memburuk kapan saja tanpa peringatan, dan kondisi keamanan sangat tidak menentu."

Semua ini berawal dari aksi mogok para pedagang di Teheran pada akhir Desember lalu. Mereka protes soal harga yang melambung tinggi dan ekonomi yang seret. Tapi, gerakannya cepat sekali menyebar. Dari satu kota ke kota lain, tuntutannya pun berkembang, tak cuma soal ekonomi lagi tapi juga hal-hal yang bersifat politis.

Memang, tekanan ekonomi yang dirasakan warga Iran bukan main. Sanksi internasional yang ketat terus membelit. Nilai tukar rial anjlok lebih dari sepertiga nilainya terhadap dolar AS sepanjang tahun lalu. Inflasi? Sudah menembus dua digit. Rakyat jelas kesulitan.


Halaman:

Komentar