Dua Petinggi TAYS Serahkan Surat Mundur, Saham Justru Meroket

- Kamis, 08 Januari 2026 | 03:25 WIB
Dua Petinggi TAYS Serahkan Surat Mundur, Saham Justru Meroket

Ada pergerakan di tubuh manajemen PT Jaya Swarasa Agung Tbk, atau TAYS. Dua petingginya, Komisaris Independen Djoni Tatan dan Direktur Melania Halim, memutuskan untuk mengundurkan diri. Surat pengunduran diri mereka sudah diterima perusahaan pada 5 Januari lalu.

Corporate Secretary TAYS, Dinna Afrianti, yang menyampaikan kabar ini ke Bursa Efek Indonesia, Kamis (8/1/2026).

"Bersama ini kami informasikan bahwa kami, PT Jaya Swarasa Agung Tbk telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Djoni Tatan selaku Komisaris Independen perseroan dan Ibu Melania Halim selaku Direktur perseroan," jelas Dinna dalam keterangan resminya.

Menurutnya, pengunduran diri keduanya baru akan efektif setelah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Jadwal RUPS-nya sendiri masih akan diumumkan kemudian.

Yang penting, perusahaan menegaskan bahwa langkah ini tak akan mengganggu operasional. "Tidak ada kejadian, informasi atau fakta material yang berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha emiten," tegas Dinna. Jadi, tampaknya ini murni pergantian personalia biasa.

Lalu, apa alasan mereka mundur? Dari surat yang dilampirkan, Djoni Tatan beralasan pribadi. Sementara itu, Melania Halim punya rencana lain: ia ingin melanjutkan karier di industri keuangan. Pilihan yang cukup menarik, mengingat dinamika sektor finansial saat ini.

Di sisi lain, pasar tampaknya merespons netral bahkan cenderung positif atas berita ini. Sehari sebelum pengumuman, tepatnya Rabu (7/1/2026), saham TAYS justru ditutup menguat 3,70 persen di level Rp84 per lembar. Naik 3 poin dari perdagangan sebelumnya.

Kini, semua mata tertuju pada siapa pengganti mereka dan kapan RUPS digelar. Perusahaan pasti akan segera mengisi kekosongan di jajaran komisaris dan direksi itu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar