Harga minyak sawit dunia kembali anjlok. Bahkan, posisinya sekarang disebut-sebut sebagai yang terendah dalam dua pekan terakhir. Ada dua tekanan utama yang mendorong pelemahan ini: harga minyak mentah global yang turun dan kinerja ekspor Malaysia yang kurang menggembirakan.
Mengutip data Bloomberg Sabtu lalu, kontrak berjangka minyak sawit pada perdagangan Jumat sempat terjun bebas hingga di bawah level psikologis 4.000 ringgit Malaysia per ton. Ini bukan kabar baik bagi para pelaku pasar.
Faktor lain yang turut membebani adalah pergerakan minyak kedelai. Komoditas pesaing utama ini juga ditutup melemah cukup dalam, sekitar 1,8 persen, pada sesi perdagangan Rabu sebelumnya. Ketika harga kedelai turun, daya tarik sawit seringkali ikut tergerus.
Kondisi ini sejalan dengan tren lesu di pasar energi global secara keseluruhan. Harga minyak mentah sendiri baru saja mencatat penurunan tahunan terburuk sejak 2020. Penyebabnya klasik: pasokan yang melimpah dibayangi ketidakpastian geopolitik yang tak kunjung reda.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), misalnya, merosot 0,9 persen ke level USD 57,42 per barel. Angka itu sekaligus menandai penurunan fantastis, hampir 20 persen, sepanjang tahun 2025.
Artikel Terkait
Investor Asing Borong Saham Tambang dan Kapal di Hari Pertama BEI 2026
Trump Tunda Kenaikan Tarif Furnitur, Tekanan Harga Pengaruhi Kebijakan
Emas Tembus USD 4.400, Perak dan Platinum Melaju Lebih Ganas di Awal 2026
Saham Bakrie Meledak di Awal 2026, DEWA Tembus Rekor Tertinggi