Keributan Malam di Toraja: Oknum TNI dan Polisi Bentrok dengan Pengunjung Kafe
Sabtu, 4 April 2026
Suasana malam di sebuah tempat hiburan di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, berubah jadi ricuh. Lima oknum TNI dan dua polisi terlibat perkelahian fisik dengan sejumlah pengunjung. Adu jotos itu terekam kamera dan kini video pendeknya menyebar cepat di media sosial, memancing berbagai spekulasi.
Menurut penuturan Komandan Kodim setempat, Letkol Infanteri Armal, awal mula keributan ini sepele. Bermula dari musik. Saat alunan DJ yang sedang asyik diputar tiba-tiba berhenti, satu pengunjung protes keras. Nah, dari situlah cekcok verbal mulai memanas dan akhirnya memicu aksi saling pukul.
“Setelah musik dihentikan ada salah satu pengunjung protes tentang pemberhentian musik ini yang memicu perkelahian, ini kronologi awal yang kami dapatkan,” jelas Armal.
Dia juga dengan tegas membantah kabar yang beredar sebelumnya. Isunya, keributan dipicu karena oknum anggotanya meminta minuman gratis.
“Jadi kalau penyampaian dari banyak berita yang menyebut anggota kami meminta minum gratis, itu salah,” tegasnya.
Rekaman video yang beredar memang memperlihatkan situasi yang kacau. Di dalam kafe yang remang-remang, terlihat sejumlah orang saling serang. Mereka memanfaatkan apa saja yang ada di sekitar kursi, botol minuman, jadi senjata. Suasana yang tadinya untuk bersenang-senang berubah mencekam dalam sekejap.
Pengunjung lain yang ada di lokasi tentu saja panik. Beberapa orang bahkan dikabarkan terkena hantaman benda tumpul saat berusaha menjauh. Untungnya, ketegangan yang memuncak itu perlahan bisa diredam. Karyawan kafe bersama beberapa pengunjung yang masih sadar akhirnya turun tangan melerai, memisahkan mereka yang masih emosi dan ingin terus berkelahi.
Setelah berhasil dipisahkan, suasana perlahan kembali kondusif. Meski begitu, bekas keributan itu jelas terlihat. Sejumlah fasilitas tempat hiburan itu dilaporkan rusak.
Pihak TNI sendiri mengaku tak tinggal diam. Mereka sudah mengambil langkah tegas terhadap anggota yang terlibat.
“Untuk berlanjutnya nanti, pemeriksaan tetap dilakukan pihak POM, kami sudah limpahkan lebih lanjut ke subdenpom. Anggota yang kami tahan ini ada lima orang,” ujar Dandim.
Kelima oknum TNI tersebut saat ini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh Subdenpom. Prosesnya masih berjalan.
Di sisi lain, dari kepolisian ada kabar terbaru. Kasi Propam Polres Toraja Utara, Iptu Damianus, menyebut proses pemeriksaan terhadap dua oknum polisinya masih terus berlangsung. Timnya sedang mendalami keterangan dari semua pihak saksi, korban, hingga anggota yang terlibat. Jika nanti terbukti bersalah, kasus ini akan segera dilimpahkan ke Satreskrim untuk diproses secara pidana.
Insiden ini tentu menyisakan pertanyaan. Terutama soal disiplin dan citra aparat di mata publik. Yang jelas, semua pihak kini menunggu hasil pemeriksaan yang lebih mendalam.
Artikel Terkait
BSN Salurkan 245 Hewan Kurban ke Masyarakat di Seluruh Indonesia
Tangis Haru dan Saling Memaafkan Warnai Puncak Wukuf Jemaah Haji ESQ Tours di Arafah
Militer Israel Klaim Tewaskan Kepala Baru Sayap Bersenjata Hamas di Tengah Gencatan Senjata
Anak-anak Gaza Paksa Bekerja di Tengah Puing Iduladha demi Menopang Keluarga