Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pemerintah daerah untuk memperketat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tujuannya jelas: memastikan layanan tetap berkualitas dan tepat sasaran.
"Pendampingan langsung dari kepala daerah akan memperkuat kualitas pelaksanaan MBG," tegas Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu.
Menurutnya, pemantauan langsung oleh pejabat daerah ke lokasi-lokasi penyaluran adalah kunci utama. Hal itu bisa menjaga mutu distribusi dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan.
Program yang sudah berjalan lebih setahun ini, kata dia, memang perlu terus disempurnakan. Praktik baik di satu tempat bisa ditiru di wilayah lain. Sementara itu, masalah yang muncul harus segera dicarikan solusinya bersama-sama.
Di sisi lain, Khofifah juga mengapresiasi peran SPPG Pondok Pesantren Al Anwar Bangkalan. Lembaga itu dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam memenuhi gizi para santri dan siswa di sana.
Sinergi antara SPPG, pemda, dan berbagai pihak disebutnya sangat krusial. Apalagi, program MBG ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung Generasi Emas Indonesia 2045. Keberlanjutannya harus dijaga.
Artikel Terkait
Jembatan Gantung Akhiri Puluhan Tahun Isolasi Warga Boyolali
Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Ditutup 7 April Pukul 15.00 WIB
Dendam Tetangga Terungkap sebagai Dalang Penyiraman Air Keras di Bekasi
Kepala Layanan Medis Iran Konfirmasi 24 Petugas Kesehatan Gugur dalam Konflik