Namun begitu, semua capaian teknis ini tidak berarti tanpa komitmen keselamatan. Operasi ini berjalan dengan standar HSSE yang ketat dan berhasil mencatatkan "zero accident". Padahal, kondisi geologi di lapangan cukup kompleks dan tekanan waktu proyek sangat tinggi.
“Di Pertamina, keselamatan bukan sekadar prosedur, tapi budaya. Setiap inovasi teknologi seperti CwD selalu kami desain dengan prinsip "safety first",”
Ujar Adam Syukron Nasution, Manager PEP Adera Field. Ia menambahkan, keberhasilan ini adalah buah dari pelatihan intensif, kesiapan personel, dan koordinasi tim yang solid di lapangan.
Bagi PEP Zona 4, CwD jelas bukan sekadar uji coba. Ini adalah strategi jangka panjang untuk efisiensi operasional dan keselamatan kerja. Sebuah langkah yang menandai babak baru transformasi teknologi di Pertamina lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.
Wilayah operasi PHR Regional Sumatra Zona 4 sendiri cukup luas. Mereka mengelola tujuh wilayah kerja, mencakup PEP Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, Ramba, serta PHE Ogan Komering dan PHE Raja Tempirai. Area kerjanya tersebar di dua kota dan sembilan kabupaten di Sumatera Selatan, seperti Muara Enim, Lahat, Musi Rawas, hingga Banyuasin.
Dengan capaian rekor ini, PEP Zona 4 kembali menegaskan komitmennya untuk berinovasi. Tujuannya satu: menjaga kemandirian energi negeri.
Artikel Terkait
PT DCI Indonesia Catat Laba Bersih Rp1 Triliun pada 2025 Didukung Ekspansi Data Center
Dokumen Rahasia Sebut Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Bakal Naik Signifikan
Rupiah Melemah ke Rp17.002, Dihantui Ketegangan Iran dan Prospek Kenaikan Suku Bunga AS
IHSG Bangkit dari Jurang 7.000, Ditutup Melemah Tipis di 7.091