Di tengah kompleks Akademi Kepolisian di Semarang, sebuah laboratorium baru sedang dibangun. Bukan laboratorium biasa, melainkan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian yang bakal mengandalkan kecerdasan buatan dan sistem coding. Intinya, Polri ingin taruna-tarunanya tak cuma jago menembak atau olahraga, tapi juga melek teknologi digital.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sendiri yang hadir dalam acara peletakan batu pertamanya, Senin lalu. Ia dengan tegas menyatakan bahwa laboratorium ini nantinya akan berbasis AI, coding, dan teknologi digital.
"Kita nggak bisa lagi ngajari taruna secara konvensional, makanya tidur saja taruna itu nanti,"
Ucapannya itu terdengar blak-blakan, tapi cukup menggambarkan kegelisahannya. Menurut Dedi, sistem pendidikan kepolisian harus berubah, harus modern dan inovatif. Metode pembelajaran lama dianggapnya sudah kurang menarik bagi para taruna yang notabene generasi Z.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Dua Pengusaha Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
Gubernur Jateng Dorong ASN Bersepeda ke Kantor untuk Efisiensi Energi
KPK Ungkap Aliran Dana Swasta Rp68,6 Miliar ke Oknum Kemenag Terkait Kuota Haji
Komnas HAM Segera Panggil TNI Terkait Kasus Penyiraman Andrie Yunus